Sabtu, 17 November 2012

Love (again)

"Hanii... kau mau es krim? aku traktir deh. Beasiswaku udah cair..^_^
....
"heiii..cemong, kau kenapa lagi? cerita padaku!
"hiks, diwaa... aku galau . . .huhuu...."
"astaga Hani, dihari yang cerah ini kau masih juga galau. What's happening?
....sambil kusodorkan tissue.
"entahlah, Diwa. hatiku sedih setiap kali mengingat dia. aku tak bisa melupakannya"
..."Pasti Faraz lagikan? bukannya dia udah nikah, Han? dia udah milik orang. lupakanlah...!"
"dia belum nikah, Diwa! aku dapat cerita dari temannya lewat chatting di fb. semua itu bohong. dia cuma lagi ingin sendiri aja untuk beberapa tahun kedepan. dan konsentrasi dengan proposal serta skripsinya.."
....
"Lalu, kau mau apa. kau mau terus begini?"
....
"aku akan terus begini...."
hahh?? apa??
"Ya, aku akan terus begini, sampai ia datang dan memintaku melupakan semuanya, dan berhenti berharap untuknya. Aku akan terus begini, sampai ia menceritakan, bahwa telah ada yang lain dihatinya..."
*proposal n skripsi dalam hatinya, han... kataku dalam hati*
"Aku akan terus begini, sampai kupastika ia bahagia, dan aku akan terus begini, sampai hatiku benar-benar rapuh, dan hancur berserakan..."
....
Owh Hani!! sungguh kau sudah terlalu jauh mencintainya....
"Lalu aku harus bagaimana Diwa, akupun tak mau begini. Tapi aku tak bisa..
*kau pasti bisa Hani..seperti aku... sayangnya hanya berani kuucapkan dalam hati*
....
Airmata Hani mengalir semakin deras. Aku hanya bisa merangkulnya dan sesekali mengusap lembut pipinya.
*seperti dalam sinetron saja, kupikir*
"Diw, ku pikir hal seperti ini hanya ada dalam sinetron" ujar Hani tiba-tiba. Mengagetkanku yang telah larut dalam suasana.
"He'eh... *apa Hani bisa membaca pikiranku? kenapa bisa sama persis denagn yang kupikirkan.
....
"Diwa, aku ingin bertanya, boleh ya? tapi maaf sebelumnya. . ."
Belum sempat aku mengiyakan atau mentidakkan, Hani sudah melanjutkan pertanyaannya.
"Apa yang kau lakukan setelah tau bahwa orang yang kau kagumi, dan membuatmu terkagum-kagum dan mengombang-ambingkan hatimu. .meninggalkanmu. . .jawab ya. .hmm///"
*astaga, apa-apaan ini pertanyaannya. .
"Hmm. .perasaan, aku ga pernah diginiin deh. .kalopun iya aku mengagumi atau menyukai seseorang, aku ingin dia ga pernah tau"
...
"Kok gitu, Diw?"
"Iya, jadi kalo aku terluka, dia ga pernah tau juga. asikkan. "
"se simpel itukah?" tanya Hani. Ku lihat airmatanya mulai surut. Dan menatapku lekat.
" Yups, sebenarnya cinta itu sederhana, Han. Ego yang membuatnya menjadi tidak sederhana. . ."
....
"Serius Diw...??"
"Trus, aku harus bilang sumpah demi Tuhan, gitu??
......
Hani menatapku takjub. Akupun heran atas jawabanku tadi yang agak sok-sok gimana gitu. Ah. . sudahlah. aku mau hunting es krim terbaru. dari info yang ku dapat. Katanya ada es krim rasa kecap. penasaran deh.

"ikuuutt....." Hani sudah menyimpan airmatanya. mungkin buat nanti, sore, malam, atau besok pagi.

*There is always some madness in love. But There is also always some reason in madness.. :D 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar