Kamis, 11 Oktober 2012

Mama, senja itu bintang?

Mama, aku bilang pada senja.. bahwa aku ingin kala malam ia menjadi bintang
yang menungguku diujung malam...
senja tersenyum..
lalu mengizinkanku berjalan mengitari waktu...
melewatinya...
aku tak tau mengapa senja tampak lelah dengan semburat jingganya yang hampir menghilang..
Tak lama setelah itu..
jingganya berubah mendung hitam kelam...
Senja menagis, Ma... rintik-rintiknya berjatuhan diwajahku...
ditelapak tanganku..diseluruh tubuhku...
Aku suka dengan tangisannya.. dengan begitu aku bisa menyentuhnya... merasakan dinginnya.
Tapi, tiba-tiba aku takut....
apa senja marah...? padahal aku masih menunggu senyumnya disudut jalan itu...
Mama, senja benar-benar pergi. akhirnya
aku jadi semakin takut.
di gemerlap kota biru ini aku takut berjalan sendiri...
bagaimana mungkin tak ia hiraukan aku...
Lalu, tangisannya berhenti tepat saat aku menggigil..tapi aku senang bukan kepalng.
aku berlari..
berlari....berlari. hingga aku lelah...dan mengadu pada langit.
Saat ku menatap langit.. aku terpana...
hey... dia, ya dia!
senja itu benar-benar menjadi bintang....!!
^^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar