Sabtu, 09 Juni 2012

Cokelat dan Buku 'Dear You'..itu


                Pagi itu sehabis shalat shubuh, penuh ketegangan yang berujung keceriaan dan haru, setelah sebelumnya aku diceramahi habis-habisan oleh Fadil karena dianggap tidak profesional menjalankan misi dan beracting kesurupan ditengah malam untuk 'menyusahkan' ervy teman sekamarku yang ultah. Masalahnya sepele, aku ketiduran dan baru terbangun saat shubuh berkumandang. Hoho..tadi malam aku kecapean setelah seharian jalan-jalan dengan The Kawan yang punya kata-kata andalan agak aneh tapi sering disebut..'Tak Tahan Rasa Mau Mati'..hahay, kalimat yang sedang populer di PSIK, semua berawal dari Puput. Yapz..karena puput :D
=> Kembali ke Fadil..
"Padahal tinggal 10 menit lagi rencana kita jalankan...eh, Wid ditelfon gak di angkat-angkat, sebel tau gak.|yaa...Wid ketiduran dil...maap dech (ngeles)..|terus kayak mana nih, masak kita langsung ngasih kue n kado gitu aja, gak serulah|ya udah, ntar Wid pura-pura pingsan n kalian marah2in ervy karena bla bla bla...
Akhirnya...semua berjalan lancar, Ervy histeris melihat aku pingsan setengah kesurupan,.dll Fadil n Yuyu sok-sok histeris. Aku sebelnya..mereka gak ngangkat badan aku dengar benar. Semua pada sakit pinggang setelah ngangkat aku.. :D
Setelahnya kami makan bersama

                Malam ini, ku lihat buku lucu berpita 'dear you' dengan kartu ucapan selamat ulang tahun sayang..(hihii..aku penasaran) dan didekatnya ada cokelat yang membuatku ngiler..aku suka sekali cokelat itu.Aku tau semua itu dari kekasihnya. So, masalah buat lo, Wid..? Enggak, apa'an sih. Dulu aku pernah juga kayak gini, sebelum aku benar-benar memutuskan untuk tidak lagi..>_<..
                Itulah pilihan hidup. Hidup dengan penuh semangat dari orang terkasih, yang selalu ada dan memberi dukungan, bersama dalam suka dan duka. Saling menyemangati dan mengingatkan pada hal-hal baik, meskipun pada intinya tetap saja tak lebih baik dimata Tuhan. Tapi semua itu adalah pilihan, ‘Mencintaipun adalah sebuah Pilihan’. Memang bagaikan melawan arus, tapi itu harus, bila mau berjalan di jalan lurus, menuju surga firdaus. Walaupun dengan mengorbankan kebahagiaan dan perasaan. Udah Putusin Aja, begitu kata Ustadz Felix, kesendirian lebih tepat untuk mendidik dan memantaskan diri menjadi hamba Allah yg lebih baik. Dan, suatu saat nanti akan ada yg diceritakan kepada anak kita, tentang betapa nikmatnya dapat tunduk pada hukum Allah :D
~Kesimpulannya, Menolak kenikmatan sesaat untuk kenikmatan abadi yang dijanjikan oleh Allah~
               
“Dan aku, hanya ingin makan cokelat sambil membaca buku ‘dear you’ ^_~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar